Selaku lulusan Kelik. Wisudawan akhir tahun 2010. (ditulis dengan kerinduan)
Kelik bagaikan pelangi. Penuh keragaman warna.
Kelik adalah wadah Rohani dan Rohana (yang ini nih dipimpin pastinya oleh Ibu Rita, beserta beberapa anggota dewan darma-wanita).
Kelik terbentuk beberapa tahun lalu, dengan alasan berkumpul karena kita sama-sama merindukan/ ingin punya saudara Indonesia seiman di perantauan. Ya namanya "famili" kadang kita berdoa ya kadang bercanda. Tidak ada salahnya.
Mohon dimaklumi...Kelik bukan tatanan resmi secuah cell iman dibawah gereja. Jadi bahkan ketika kumpul acara doa...67.5% diselingi oleh tawa (bukan berarti tidak serius).
Sekali lagi Kelik bagaikan pelangi iman. Penuh keragaman warna.
Doa-doa kelik sederhana dan ikhlas...dan kita saling mendoakan.
Canda-canda kelik tidak sederhana (alias dahsyat) tapi tidak menyakitkan.
Makanan-makanan kelik beragam (kononnya dimasak dengan satu jari...silahkan konfirmasi sama Bu Anas cara-caranya)
Biasanya doa makan dilangsungkan sangat cepat, terutama kalau Pak Lucas atau Pak Hendri yang pimpin
Pak Lucas sang gitarist, sangat memahami jerih payah pihak yang menyiapkan makanan jadi biasanya beliau memimpin barisan depan dan standby disamping meja makan untuk memastikan bahwa hidangan "dimanfaatkan seluruhnya".
Pak Hendri pakar F1. Doanya mutakhir dan sangat cepat.
Pak Agus sang Pak RT, mengayomi kita-kita (so kalau beliau minta di add di FB...add aja ya).
Pak Ferry sang aktifis rohani...kiprahnya di acara Natal dan yang lain-lain patut diacungi jempol. (Dulu pasti kepala Karang Taruna)
Pak Wahyu...mmm...sang kakek dengan komentar singkat nan jenaka. Single fighter ketika di KL tapi tak luput dari doa.
Pak Andi J. Kononya ikut kelik sangat membantu mengurangi stress kerja dan merokok. iya khan Ndut??? (begitulah panggilan akrabnya)
Pak Adi...bergabung sebentar terus naik haji ke Arab...waduhhhh...belum sempat bikinin tahu bacem
Pak Minggus...bapak sang Jendral...cukup fokal mengenai perebutan BBQ Grill di Villa wangsa untuk acara Kelik. Sangat suka ikan pepes. Bukan saingan kita dalam urusan non-halal.
Mas Yoyok...bapak Baptis anakku...dengan logat seperti Anang Hermansyah, beliau adalah pemimpin keluarga pendoa.
Pak Latif...yang ini sungguh mengelirukan, perkenalan pertama di Penang saya dan Pak Agus kira orang Muslim, maklum dari nama dan asal Madura...eh..ndilalah hobi kwetiau non-halal juga....
Untuk anak-anak Kelik....sungguh saya bangga, melihat keriangan mereka..."biar kanak-kanak datang kepada-Ku". Walaupun pada awalnya kesusahan melafalkan doa dalam bahasa Indonesia dengan logat Euroasia, tapi mereka berdoa dengan kerendahan hati. Malaikat pun tersenyum ketika mereka berdoa...
Kesan saya pada ibu-ibu Kelik....wah yang ini Japri aja deh ya....(sensitif).....he..he. he...he..eee
Puji Tuhan !!!.....Tuhan sungguh memberkati Kelik disetiap pertemuan yang diadakan, apapun acaranya rohani atau rohana.. dan bagaimanapun caranya acara dijalankan......disitu ada kasih dan kebersamaan. Itu yang penting.
Walhasil..ini yang mengikat kita2 walapun sudah berpencar...yah...walau Vietnam enggak disebut sama Pak Luc....(nrimo....).
Terakhir saya tegaskan: Kelik bagaikan pelangi iman. Penuh keragaman warna yang indah....dipandang dari sisi kiri maupun kanan....tetap saja indah.
Bedanya...pelangi hujan hanya muncul sesaat...Pelangi Kelik kekal adanya...itulah kenapa Tuhan tidak jemu-jemunya memperhatikan kita.
God Bless us !!
Andre





