
Kami sudah merayakan misa untuk pertama kalinya di Houston hari Minggu kemarin, di gereja yg relatif dekat dg hotel, namanya Co-Cathedral Sacred Heart, besar dan megah gerejanya. Kami senang sekali melihat umat yang banyak, semangat, dan kegiatan kategorial yang kaya, persis suasana kehidupan umat di Indonesia. Suasana yang tidak sering kami jumpai dan alami selama satu tahun hidup kami di Milan, termasuk melihat kehidupan umat menggereja di negara-negara Eropa lainnya termasuk Italia yang umumnya terasa sepi dan adem ayem...:)). Hanya saja aku kangen kalau di Italia jam 12 siang lonceng gereja dekat rumah selalu berbunyi tanda untuk berdoa Malaikat Tuhan. Di Houston mah nggak ada bunyi lonceng gereja, yang banyak bunyi sirene..hehe
Kalau soal makanan, senangnya di sini jauuh lebih banyak pilihan daripada di Italia (memang Italia dibandingkan Belanda, Belgia, Jerman, Inggris, Perancis, Cezch, dan Spanyol, variasi makanan internasionalnya paling menyedihkan deh, maklum sdh ada pasta dan pizza yg sangat kuat merakyat).
Di sini selain banyak restoran Vietnam, juga Thai dan Jepang serta tentu saja, Meksiko. Enak juga masakan Meksiko banyak saus (dip) aneka rasa yang segerr bahkan ada yg seperti sambal dabu-dabunya Menado. Besok Sabtu kabarnya di Konjen RI Houston ada jualan aneka makanan Indonesia spt buntil, bakwan Malang, mie ayam Jakarta, pempek kapal selam dan macam2 deh, katanya rutin setiap bulan ada, pasti deh tidak akan kami lewatkan. Oya toko bahan makanan Asia termasuk Indonesia juga besaar dan lengkap. Tapi yg jelas belum ketemu durian nih pak Wahyu, tapi nanti pasti ketemu, wong di Milan aja juga kadang dijual di toko Asia kok, impor dari Thailand.
(words by Uti 26-9-09)
