Thursday, July 9, 2009
Berhenti Sejenak
Di saat mimpiku terusik, entah roh apa yang membuatku terjaga..
Hidup serasa bersatu dengan alam..
Apakah manusia tak pernah berhenti mengikuti kemana arah matahari bergerak?
Biarkan aku sejenak berhenti….
Merasakan bahagia dalam kesedihan
Menikmati segenap kesal…
Merasai setiap detik kekosongan
Mengecap sejenak rasa yang ada…..
Memaknai kegagalan….
Menatap keinginan dan harapan…
Melepaskan semuanya dalam keheningan…
Saatku berhenti dan berpaling…aku melihat wajah-wajah orang yang kukasihi dalam lelap
Senyumku mengembang dalam linangan air mata
Dunia pun melaju mengikuti alurnya….
Trimakasih Tuhan karena Kau ciptakan manusia yang boleh merasakan segala hal dalam hidup
Trimakasih Yesus karena membuat hidup ini terasa lebih bermakna….
KL, 10 Juli 2009
Serahkan hidupmu padaNya
Di depan gerbang sebuah jembatan di salah satu kota Eropa, duduklah seorang peminta-minta yang buta. Untuk mencari nafkahnya, ia setiap hari duduk di situ sambil memainkan biolanya yang sudah usang. Di depannya terletak sebuah kaleng kosong dan dia mengharapkan belas kasihan dari orang-orang yang lalu lalang di depannya, dan melalui permainan biolanya, orang-orang akan memberinya sedikit uang. Demikianlah pengemis miskin ini melakukan kebiasaannya setiap hari.
Pada suatu hari, seorang yang berpakaian sedikit rapi dan berjubah panjang, datang menghampiri pengemis tadi dan meminta agar pengemis itu meminjamkan biola usangnya. Tentu saja dengan sigap pengemis itu menolak dan berkata, "Tidak!! Ini adalah hartaku yang paling mahal!!". Pendatang ini tidak putus asa, dan terus membujuk si pengemis agar mau meminjamkannya biola tersebut hanya untuk sebuah lagu. Akhirnya muncul rasa kepercayaan pada pengemis buta itu, dan dengan perlahan ia memberikan biola tuanya kepada pendatang tersebut.
Pendatang tersebut mengambil biola tua itu dan mulai memainkan sebuah lagu dengan begitu merdu. Suara biola yang begitu halus di tangan si pendatang membuat orang yang lalu lalang berhenti dan mereka mulai berkeliling mengelilingi si pendatang dan pengemis tersebut. Begitu merdunya lagu dan bagusnya permainan biola si pendatang tersebut membuat semua orang terdiam, dan si pengemis buta ternganga tanpa dapat berkata-kata. Kaleng yang tadinya kosong kini telah penuh dengan uang, dan lagu demi lagu telah dimainkan oleh si pendatang tersebut. Akhirnya ia pun harus mengakhiri permainannya, dan sambil mengucapkan terima kasih, ia mengembalikan biola tersebut kepada si pengemis. Si pengemis sambil berurai air mata, dan dengan gemetar bertanya: "Siapakah anda orang budiman?". Si pendatang tersenyum dan dengan perlahan menyebutkan namanya, "Paganini".
Semua orang terdiam. Seorang maestro biola yang bernama Paganini, telah memberikan banyak berkat kepada sang pengemis yang telah memberikan harta kesayangannya untuk dipergunakan oleh sang maestro, betapa menakjubkan!
Sunday, June 7, 2009
Andre sang fotografer
selamat ulang tahun William 4 June 2009

Wednesday, June 3, 2009
Dhika dapat Sakramen Penguatan, Bangkok 31/05/2009



Monday, June 1, 2009
Tempat : Rumah Bpk. Agus dan Ibu Anas
Dana kas : RM 195 + RM 200 (dari Mba Nike untuk sumbangan Panti Asuhan)
Hadir : 8 Keluarga
Komentar :
Bagi teman-teman yang mempunyai ujud-ujud doa dan ingin didoakan, silahkan kirim ke milis Kelik. Kami akan mendoakan bersama-sama di rumah masing-masing maupun di pertemuan doa Kelik. Terimakasih..:)
Bacaan Tambahan: Mengapa Bulan Mei Menjadi Bulan Maria
Bacaan KS : Yohanes 21: 20-25
Renungan : oleh Bpk. Agus
bagi yang berhalangan hadir, saya berikan kesimpulan singkat semoga berguna.
Tidak Memaksakan Kehendak Tuhan
Dalam Yohanes 21 : 20-25 dikatakan bahwa murid yang dikasihi Yesus yang menulis Injil ini adalah Yohanes. Mengapa Yesus tidak memilih Petrus sebagai murid yang dikasih? karena pada Bab sebelumnya menggambarkan Petrus menyangkal Yesus 3x sebelum peristiwa penyaliban Yesus. Oleh karena itu, hal ini menunjukkan Petrus tidak layak untuk menjadi murid yang dikasihi. Tetapi Yesus tetap berkata “….Jikalau Aku menghendaki, supaya ia tinggal hidup sampai Aku datang itu bukan urusanmu. Tetapi engkau: Ikutlah Aku” (Yoh 21:22).
Dalam kehidupan kita Yesus ingin mengatakan bahwa marilah kita tidak memaksakan kehendak mengenai rencana Allah di dalam kehidupan kita maupun orang lain. Kadang kita ingin bekerja di suatu tempat yang benar-benar kita inginkan, namun terkadang kita memaksakan kehendak kita kepada Tuhan untuk terjadi sesuai rencana kita. Marilah kita serahkan segala perkara ke dalam rencana-Nya. Biarlah Tuhan Tuhan sendiri yang menentukan apa yang terbaik buat kita, maka kita akan senantiasa dipenuhi oleh damai-Nya walaupun dalam keadaan yang tidak sesuai dengan kehendak kita. Marilah kita tetap mengikuti Dia, karena Tuhan tahu apa yang terbaik buat kita.
Semoga kita terus dikuatkan oleh sabda-Nya.
Tuhan memberkati!
Smua Baik
Dari semula
Tlah kautetapkan hidupku dalam tangan-Mu
Dalam rencana-Mu Tuhan
Rencana indah tlah kausiapkan
Bagi masa depanku, yang penuh harapan
Reff:
Smua baik, sungguh teramat baik
Apa yang tlah Kauperbuat di dalam hidupku,
Smua baik, sungguh teramat baik,
Kau jadikan hidupku berarti
DOA ROSARIO 27 MEI 2009
Tempat : Rumah Bpk. Lucas dan Ibu Elsa
Hadir : 4 Ibu Rumah Tangga
Komentar :
Bagi teman-teman yang mempunyai ujud-ujud doa dan ingin didoakan, silahkan kirim ke milis Kelik. Kami akan mendoakan bersama-sama di rumah masing-masing maupun di pertemuan doa Kelik. Terimakasih..:)
Bacaan KS : Yohanes 17: 11-19
Renungan : oleh Ibu Anas
bagi yang berhalangan hadir, saya berikan kesimpulan singkat semoga berguna.
Sarana Komunikasi Modern: Membuat Kualitas Hidup Rohani Semakin Baik Atau Buruk?
Kecanggihan teknologi komunikasi saat ini semakin maju, dijaman ini semua orang mengenal internet, Hp dengan segala kecanggihannya, dll. Banyak orang yang menggunakan sarana ini untuk memperoleh banyak informasi, relasi, teman untuk keuntungan dirinya ataupun hanya untuk menjaga hubungan pertemanan.. Namun disamping sisi positif yang didapat dari teknologi komunikasi ini ternyata banyak kecenderungan negatif yang semakin menjauhkan hubungan kita terhadap Tuhan. Penggunaan sarana komunikasi di internet seperti FB, FS, dan lain-lain membuat kita terlena dan lupa pada Tuhan, contohnya: komunikasi modern dewasa ini yang ujung-ujungnya dapat mencetuskan terjadinya WIL, PIL, dll (seperti yang diamati oleh gereja saat ini) sehingga kita tidak hidup kudus seperti yang didoakan oleh Yesus.
Dalam bacaan kita diatas Yesus berdoa untuk murid-murid-Nya: “Selama Aku bersama mereka, Aku memelihara mereka dalam nama_Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-KU; Aku telah menjaga mereka dan tidak seorangpun dari mereka yang binasa selain daripada dia yang telah ditentukan untuk binasa, supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci” (Yoh 17: 12). Dan ayat 15 Yesus mengatakan agar Bapa melindungi kita daripada yang jahat.
Maksudnya Yesus berdoa untuk kita agar kita selalu hidup kudus seperti kehendak-Nya, Yesus juga meminta kepada Bapa supaya kita dilindungi dari yag jahat. Namun apakah setelah kita didoakan oleh Yesus kita selalu hidup menurut kehendak-Nya.? Tidak selalu karena Yesus mengatakan “….tidak seorangpun dari mereka yang binasa selain daripada dia yang telah ditentukan untuk binasa, supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci” (Yoh 17: 12). Maksudnya jika seseorang mengikuti kehendak yang jahat maka ia masuk dalam kebinasaan seperti dalam KS.
