
Sedikit sharing...hari ke dua kami di
Rupanya cara mereka memerima pasien ada aturannya, yg bagi kami itu berbelit banget, pertama kita harus antri duduk di kursi merah untuk di tanya oleh perawat, setelah itu pindah ke kursi biru untuk di tanya soal administrasi, tunggu untuk di panggil masuk....... .setelah masuk, ketemu suster di tanya lagi....tunggu. ....dokter tanya2 lagi...... tunggu lagi......untuk rotgen.....aku udah kesakitan dia baru tanya dari skala 1 sampe 10 sakitnya berapa...ta jawab 8 ...suster bilang it ok
jadi kalo 8 ok, mestinya ta jawab 10 kali ya, biar dapet pain kiler, setelah di rotgen.....baru ketahuan kalo tiga jari kaki patah, baru deh susternya kasih obat penahan sakit.
Setelah itu, dokter bilang kalo telapak kakinya akan di gips, dan harus pake tongkat, begitu mau di gips ssakitnya bukan main, akhirnya mereka balut saja, buat apponitment gips pada hari berikutnya.. ....
Saya tanya ama Franky di cash berapa ?...dia bilang billnya nati di kirim ke alamat, trus bayar di bank...(lucu jg)
Begitulah sekedar cerita dari tanah baru........ ..kita kembalikan pada yang kuasa kalau memang harus terjadi terjadilah.. ..dalam segenap kelemahan kami serahkan pada MU ya ALLAH ku.
Karna kejadian tersebut frank yg biasanya cuti sunday, spontan tanya sana sini, alamat gereja, akhirnya kita dapet gereja ST Thomas - Melville di mana banyak komunitas indonesia disana. melegakan juga akhirnya
Demikian sekilas info dari negeri kangoroo
words: mBak Yossy (29 Sep 2009), pic: Andre




Di depan gerbang sebuah jembatan di
Pendatang tersebut mengambil biola tua itu dan mulai memainkan sebuah lagu dengan begitu merdu. Suara biola yang begitu halus di tangan si pendatang membuat orang yang lalu lalang berhenti dan mereka mulai berkeliling mengelilingi si pendatang dan pengemis tersebut. Begitu merdunya lagu dan bagusnya permainan biola si pendatang tersebut membuat semua orang terdiam, dan si pengemis buta ternganga tanpa dapat berkata-kata. Kaleng yang tadinya kosong kini telah penuh dengan uang, dan lagu demi lagu telah dimainkan oleh si pendatang tersebut. Akhirnya ia pun harus mengakhiri permainannya, dan sambil mengucapkan