Hari pertama di Ho Chi Min, mendarat jam 10:30 pagi... Suasana bandara nampak membanggakan ibarat KLIA...bersih...
begitu keluar bandara....di mobil yang left hand drive......barulah saya ketawa dalam hati terbahak-bahak setelah melihat begitu buanyaakkkk sepeda motor...
Kirain kayak Jogja atau Bandung..eh ternyata...luebih banyak...kayak semut
Melalui jalan Nam Ky Khoi yang luas tapi tanpa pembatas jalan, dan jarang ada traffic light (kata orang, kalau dikasih traffic light bakalan tambah macet).
Ho Chi Minh...sekilas seperti jalan Cihampelas dan Dago, jalanan rame tapi teduh karena pepohonan. Masuk ke District 1 sudah terlihat beberapa tempat yang menunjukkan bahwa penghuni kota ini punya jiwa seni....pelukis berkeliaran di taman...dan ada beberapa toko lukisan dan kerajinan tangan (kayak Bali lah).
Beberapa jalan sesempit jalan Cipaganti/ Setiabudi....
Banyak pedagang makanan dengan "dingklik" (kursi kecil) tempat makan para karwayan di pagi/ siang hari.
Banyak bangunan warisan penjajah (Perancis).
Begitu nyampe pusat kota...di jalan Dong Khoi....hatiku terasa tenang, disela-sela berkecamuknya hati lantaran musti mengemban beban/ tanggungjawab baru di negara yang baru...dengan berbagai target management yang harus dicapai dalam beberapa bulan kedepan, ada sosok (patung megah) yang berdiri didepan Katedral Notre Dam....sosok Bunda Maria....
Hati saya tenang....karena seketika itu saya sadar....sang Ibu sudah menanti saya dan menyiapkan tempat bagi saya untuk berkarya bagi keluarga dan umat Tuhan. Bunda Maria ada disini...pikirku....so seperti biasa....pastinya sang Bunda akan ada dalam kehidupan kami sehari-hari.
Saya jadi ingat hari pertama saya menginjakkan kaki di Kuala Lumpur di pertengahan 2003, hari itu juga setelah check in hotel, langsung keluar jalan kaki cari gereja terdekat untuk bersyukur dan berharap Tuhan menyertai saya di awal tiap tahap kehidupan saya. Waktu itu dengan cara yang ajaib...setelah berjam-jam enggak ketemu walaupun baca peta....akhirnya setelah menenteng tangan ibu-2 tua untuk menyebrang jalan sangat perlahan...nampaklah gereja st. John di Bukit Nanas disebelah kanan...sang Ibu lalu menghilang entah kemana....dalam sekejap...then I went in tho the church and cried dan...bersyukur...
Hari ini, agak mudah menemukan gereja, tidak ada mukjijat seperti diatas....tapi setelah melihat sosok Maria didepan gereja...kok tiba-tiba saya merasa ada sebentuk mujizat sederhana yang sangat berarti bagi iman saya, yaitu saya disadarkan.....bahwa Tuhan menyelamatkan saya dari rencana manusiawi yang tak sempurna (mungkin hidup di Kuwait dengan uang lebih banyak justru lebih susah dari sisi lain)....membelokkan rencana hidup saya ke arah yang lebih baik demi kemuliaan nama-Nya........Tuhan mengirim saya dan keluarga saya untuk tinggal di kota dimana Tuhan sudah lebih dulu ada dan mempersiapkan semuanya.
Saya tak sabar menunggu keajaiban rencana Tuhan atas kami di kota yang terberkati ini....
Mudah2an kami bisa berkarya disini untuk kemuliaan nama-Nya.
words: andre, pic : web
words: andre, pic : web
No comments:
Post a Comment