Friday, March 12, 2010

PELANGI KELIK DIMATAKU...

Selaku lulusan Kelik. Wisudawan akhir tahun 2010. (ditulis dengan kerinduan)
Kelik bagaikan pelangi. Penuh keragaman warna.
Kelik adalah wadah Rohani dan Rohana (yang ini nih dipimpin pastinya oleh Ibu Rita, beserta beberapa anggota dewan darma-wanita).
Kelik terbentuk beberapa tahun lalu, dengan alasan berkumpul karena kita sama-sama merindukan/ ingin punya saudara Indonesia seiman di perantauan. Ya namanya "famili" kadang kita berdoa ya kadang bercanda. Tidak ada salahnya.
Mohon dimaklumi...Kelik bukan tatanan resmi secuah cell iman dibawah gereja. Jadi bahkan ketika kumpul acara doa...67.5% diselingi oleh tawa (bukan berarti tidak serius).
Sekali lagi Kelik bagaikan pelangi iman. Penuh keragaman warna.
Doa-doa kelik sederhana dan ikhlas...dan kita saling mendoakan.
Canda-canda kelik tidak sederhana (alias dahsyat) tapi tidak menyakitkan.
Makanan-makanan kelik beragam (kononnya dimasak dengan satu jari...silahkan konfirmasi sama Bu Anas cara-caranya)
Biasanya doa makan dilangsungkan sangat cepat, terutama kalau Pak Lucas atau Pak Hendri yang pimpin
Pak Lucas sang gitarist, sangat memahami jerih payah pihak yang menyiapkan makanan jadi biasanya beliau memimpin barisan depan dan standby disamping meja makan untuk memastikan bahwa hidangan "dimanfaatkan seluruhnya".
Pak Hendri pakar F1. Doanya mutakhir dan sangat cepat.
Pak Agus sang Pak RT, mengayomi kita-kita (so kalau beliau minta di add di FB...add aja ya).
Pak Ferry sang aktifis rohani...kiprahnya di acara Natal dan yang lain-lain patut diacungi jempol. (Dulu pasti kepala Karang Taruna)
Pak Wahyu...mmm...sang kakek dengan komentar singkat nan jenaka. Single fighter ketika di KL tapi tak luput dari doa.
Pak Andi J. Kononya ikut kelik sangat membantu mengurangi stress kerja dan merokok. iya khan Ndut??? (begitulah panggilan akrabnya)
Pak Adi...bergabung sebentar terus naik haji ke Arab...waduhhhh...belum sempat bikinin tahu bacem
Pak Minggus...bapak sang Jendral...cukup fokal mengenai perebutan BBQ Grill di Villa wangsa untuk acara Kelik. Sangat suka ikan pepes. Bukan saingan kita dalam urusan non-halal.
Mas Yoyok...bapak Baptis anakku...dengan logat seperti Anang Hermansyah, beliau adalah pemimpin keluarga pendoa.
Pak Latif...yang ini sungguh mengelirukan, perkenalan pertama di Penang saya dan Pak Agus kira orang Muslim, maklum dari nama dan asal Madura...eh..ndilalah hobi kwetiau non-halal juga....
Untuk anak-anak Kelik....sungguh saya bangga, melihat keriangan mereka..."biar kanak-kanak datang kepada-Ku". Walaupun pada awalnya kesusahan melafalkan doa dalam bahasa Indonesia dengan logat Euroasia, tapi mereka berdoa dengan kerendahan hati. Malaikat pun tersenyum ketika mereka berdoa...
Kesan saya pada ibu-ibu Kelik....wah yang ini Japri aja deh ya....(sensitif).....he..he.he...he..eee
Puji Tuhan !!!.....Tuhan sungguh memberkati Kelik disetiap pertemuan yang diadakan, apapun acaranya rohani atau rohana.. dan bagaimanapun caranya acara dijalankan......disitu ada kasih dan kebersamaan. Itu yang penting.
Walhasil..ini yang mengikat kita2 walapun sudah berpencar...yah...walau Vietnam enggak disebut sama Pak Luc....(nrimo....).
Terakhir saya tegaskan: Kelik bagaikan pelangi iman. Penuh keragaman warna yang indah....dipandang dari sisi kiri maupun kanan....tetap saja indah.
Bedanya...pelangi hujan hanya muncul sesaat...Pelangi Kelik kekal adanya...itulah kenapa Tuhan tidak jemu-jemunya memperhatikan kita.
God Bless us !!
Andre

Tuesday, January 26, 2010

klo susah cari Tuhan , klo seneng lupa Tuhan



Dalam perjalanan hidup ini, ada banyak cerita, cerita sedih, cerita bahagia,dll yang datang , dan ada selalu bersama dng kita, dalam kehidupan kita di tengah keluarga atau kebersamaan yg lain

Kadang analoginya klo susah cari Tuhan , klo seneng lupa Tuhan, itu yg sering kali kita dengar. Utk mengingatkan kita, supaya selalu waspada.

Kalo kita periksa lg tentang kesusahan2 yg kita alami, terselip kebahagiann misalnya ketika solusi itu ada, dan menjawab ttg segala kekawatiran kita.

Disetiap kesenangan yg kita nikmati terselip kesusahan, misalnya kalo kita liburan, seneng2 abis itu kantong bolong, makin kita seneng, mangkin bolong kantongnya.he... He

Jadi kadang kesenangan dan kesusahan, sama aja, beda warna doang...... Tinggal gimana kita menyikapinya,

Kalo di alkitab kan ada nats.( Mudah2 an ngak salah. = .....segala perkara akan ku tanggung bersama Dia....

= .... Serahkanlah segala kekawatiranmu kepadaNYA, sebab AKU yg memelihara engkau.....

=.... Bukan kehendakku yg jadi, kehendakMU jadilah....

Sori klo ngak pas, kira2 gitulah, semoga menjadi pegangan kita di situasi apapun kita sekarang.... Bahwa kita ada selalu Bersama dng Yesus , yg telah menanggung dan menebus dosa kita di kayu salib, hargannya telah lunas dibayar. Tinggal sekarang selalu mengikuti Yesus di manapun, dan bagaimanpun keadaan kita.

Hamba yg hina, penuh dng Segala kelemahan, telah Engakau berikan Anugrah utk mengikuti JalanMU,.
Yesusku yg Maha baik.

Trims Mba Uti, perumpamaan. Yg indah, yg sering kali kita alami.... Dan tenggelam dlm situasi.

Salam kasih

Yossy. Frank and Kids

Monday, December 7, 2009

ndaptar jadi anggota paroki Katedral




dear Kelikers,
pada buletin Katedral Co Cathedral Sacred Heart Of Jesus Archdiocese Galveston-Houston edisi hari Minggu Adven II ini nama kami udah tercantum sebagai new registered parishioner, setelah kami mendaftarkan diri melalui amplop kolekte yg tercetak data diri yg kami isi plus uang sumbangan sukarela untuk katedral. Romo Parokinya ramah dan kotbahnya selalu bagus dan rendah hati, namanya Romo Lawrence Jozwiak. Kebetulan teman baru kami di sini sempat memotret kami dengan Romo Lawrence saat acara Thanksgiving di Katedral dua minggu yg lalu. Acaranya sendiri sangat bagus, tidak hanya berkumpul keluarga dan makan siang bersama, tetapi juga diisi dengan banyak kegiatan refleksi akan kasih dan iman kepada Tuhan, mirip rekoleksi kecil. Senang sekali di sini umatnya ramah-ramah dan terbuka kepada orang asing spt kami, Pastor parokinya juga ya. Mulai minggu depan aku membantu di sekolah Minggu katedral Sacred Heart, menjadi teacher assistant untuk kelas-kelas second grader (umur 7 tahunan). Oya sekolah Minggu di sini namanya CCE (Continuing Christian Education).
Salam kangen buat Kelikers di manapun berada
uti & yoyok

Sunday, December 6, 2009

Desi dan Denis ikutan X;mas Carol contest...

Desi kirimkan wkt ikut X;mas Carol contest...
Desi yg nomer 4 dr kiri baris kedua, Denis no 2 nya

Saturday, December 5, 2009

Doa bersama di Rumah Pak Agus 4-Dec-2009

Jumat malam Kelik doa bersama di rumah Pak Agus.
Tema utamanya Farewell party untuk Mbak Christine yang akan pindah ke Angola.
Andre dan keluarga juga hadir sebelum berangkat ke Bandung sabtu paginya.
Kali ini orang tua Patrice berkenan memberikan renungan.

Suasananya mudah-mudahan bisa terekam dalam foto terlampir
ada Pak Agus yang tersenyum, Andre yang khusuk berdoa, Charlie’s angels..:)..entah Charlie-nya dimana,
dan fotografer2 muda.

word/pic: Latief



Sunday, October 25, 2009

From Phuket with love..:)

Minggu lalu liburan ke Phuket dengan keluarga.
Memanfaatkan long week-n
Nginap di Patong selama 3 hari.
Daytrip ke James Bond island hari kedua, lanjut ke Phi-phi island hari ketiga
Ternyata tidak selalu mudah berburu foto dengan keluarga..:p
beruntung punya istri dan anak2 yang pengertian.

best regards,
-LR-

Friday, October 23, 2009

mBak Hana is now a member

member baru Kelik
selamat gabung mBak Hana
horeee

Saturday, October 17, 2009

Vietnam Jilid - 1

Setelah 6 hari terkurung di kantor dan hotel, akhirnya saya bisa main2 sama kamera lagi.

Berhububung lagi musim hujan, saya jalan2 deket aja awalnya
Diawali dengan ambil gambar di depan People's committe Building dengan patung Ho Chi Minh (sang legenda) di bagian depan. Yah....masih banyak gedung2 yang bercorak Perancis disini.
Kemudian saya memberanikan diri nyewa ojeg (viet: Se Um), untuk keliling kota...

pertama menuju Chinese Temple yang paling tua. Dapat beberapa jepretan, tanpa disengaja setting white balance-nya custom, Jadi nampak kayak gambar dokumenter ala majalah Nat Geo...he.he.he..

Gambar yang ketiga diolah untuk bikin hitam putih aja (tanpa dodging/ burning), biar enggak bosen ngelihatnya.

Terus sang tukang Ojeg yang bernama Lam (kononnya beliau bergerilya di Kamboja ketika masih muda, saya liat fotonya), membawa saya ke Sungai Mekong, hujan2....pake poncho...
Berteduh berjam-jam terus lanjut lagi...busyet...2 jam di jalan menuju ke arah Ben Tre.
Sempet ambil beberapa gambar kondisi kampung nelayan dan kapal sederhana.
Mudah-mudahan berkenan...

Oh ya...sekedar info...makanan di Vietnam kebanyakan SAYURAN. Kayaknya semua jenis daun dimasukin...kecuali daun pintu dan daun jendela. Kemarin saya makan "Rieu Ca Chep", sup ikan Cod yang lezat....dan berbagai dedaunan dimasukin ke supnya...kayak ilalang...termasuk juga kemangi malaysia yang baunya nyengat itu lho...tapi lezat banget.
Ada juga cabe iris nya. Saya agak sombong (baca: PD) dikit kemarin, seperti biasa langsung ambil cabe banyak (soale memang udah biasa makan puluhan cabe kalau di KL). Eeehhh.,....ternyata baru makan sepotong disini udah kepedesan banget.,...bibir dan tangan bergetar....sambil makan dan jaga gengsi bo.....

Tuesday, October 13, 2009

Ulang tahun Aurel ke-5

Yang terkasih Om, Tante, kakak, adik sekelompok Kelik,
Terima kasih atas ucapan selamat dan doanya buat Aurel ulang tahun yg ke 5 hari Minggu, 11 Okt lalu. Maaf baru sempat balas emailnya sekarang.

Buat Tante Uti n om Yoyok, salam kenal juga, kalo mau lihat foto keluarga kami sewaktu pesta ultahnya Aurel silahkan dilihat file terlampir.

Tante Yossy,
Sudah pasti Jonathan hadir dong tante di ultahnya Aurel, dan teman2 sekelas lainnya. Kalo Nita kangen n mau liat foto2 ultah Aurel lengkap ama teman2 sekelas bisa dilihat di FBku ya...lumayan ngelepas kangen Nita ama teman2nya kan.

Sekali lagi terima kasih yaa..

Salam,
Aurel, Alvin
Leo & Vivi

Monday, October 12, 2009

first day in Vietnam

Hari pertama di Ho Chi Min, mendarat jam 10:30 pagi...
Suasana bandara nampak membanggakan ibarat KLIA...bersih...
begitu keluar bandara....di mobil yang left hand drive......barulah saya ketawa dalam hati terbahak-bahak setelah melihat begitu buanyaakkkk sepeda motor...
Kirain kayak Jogja atau Bandung..eh ternyata...luebih banyak...kayak semut
Melalui jalan Nam Ky Khoi yang luas tapi tanpa pembatas jalan, dan jarang ada traffic light (kata orang, kalau dikasih traffic light bakalan tambah macet).
Ho Chi Minh...sekilas seperti jalan Cihampelas dan Dago, jalanan rame tapi teduh karena pepohonan. Masuk ke District 1 sudah terlihat beberapa tempat yang menunjukkan bahwa penghuni kota ini punya jiwa seni....pelukis berkeliaran di taman...dan ada beberapa toko lukisan dan kerajinan tangan (kayak Bali lah).
Beberapa jalan sesempit jalan Cipaganti/ Setiabudi....
Banyak pedagang makanan dengan "dingklik" (kursi kecil) tempat makan para karwayan di pagi/ siang hari.
Banyak bangunan warisan penjajah (Perancis).
Begitu nyampe pusat kota...di jalan Dong Khoi....hatiku terasa tenang, disela-sela berkecamuknya hati lantaran musti mengemban beban/ tanggungjawab baru di negara yang baru...dengan berbagai target management yang harus dicapai dalam beberapa bulan kedepan, ada sosok (patung megah) yang berdiri didepan Katedral Notre Dam....sosok Bunda Maria....
Hati saya tenang....karena seketika itu saya sadar....sang Ibu sudah menanti saya dan menyiapkan tempat bagi saya untuk berkarya bagi keluarga dan umat Tuhan. Bunda Maria ada disini...pikirku....so seperti biasa....pastinya sang Bunda akan ada dalam kehidupan kami sehari-hari.
Saya jadi ingat hari pertama saya menginjakkan kaki di Kuala Lumpur di pertengahan 2003, hari itu juga setelah check in hotel, langsung keluar jalan kaki cari gereja terdekat untuk bersyukur dan berharap Tuhan menyertai saya di awal tiap tahap kehidupan saya. Waktu itu dengan cara yang ajaib...setelah berjam-jam enggak ketemu walaupun baca peta....akhirnya setelah menenteng tangan ibu-2 tua untuk menyebrang jalan sangat perlahan...nampaklah gereja st. John di Bukit Nanas disebelah kanan...sang Ibu lalu menghilang entah kemana....dalam sekejap...then I went in tho the church and cried dan...bersyukur...
Hari ini, agak mudah menemukan gereja, tidak ada mukjijat seperti diatas....tapi setelah melihat sosok Maria didepan gereja...kok tiba-tiba saya merasa ada sebentuk mujizat sederhana yang sangat berarti bagi iman saya, yaitu saya disadarkan.....bahwa Tuhan menyelamatkan saya dari rencana manusiawi yang tak sempurna (mungkin hidup di Kuwait dengan uang lebih banyak justru lebih susah dari sisi lain)....membelokkan rencana hidup saya ke arah yang lebih baik demi kemuliaan nama-Nya........Tuhan mengirim saya dan keluarga saya untuk tinggal di kota dimana Tuhan sudah lebih dulu ada dan mempersiapkan semuanya.
Saya tak sabar menunggu keajaiban rencana Tuhan atas kami di kota yang terberkati ini....
Mudah2an kami bisa berkarya disini untuk kemuliaan nama-Nya.

words: andre, pic : web

Saturday, October 10, 2009

Foto Doa Rosario 091009

session kali ini tanpa foto keluarga.
kalau minggu lalu, bintang tamunya orang tua Pak Hendrikus,
kali ini Kelik kedatangan orang tua Ibu Patrice.
word/pic: Latief

tamu istimewa

Tamu istimewa Kelik di pertemuan doa 2-10-2009 : ayah bunda pak Henrikus

Tuesday, October 6, 2009

cerita dari tanah baru

Sedikit sharing...hari ke dua kami di Perth....ceritanya mau lihat2 mobil lah......eh ngak tau gimana nita ( putri kami no 3) senggol velk roda, taunya kena di jari kaki, spontan sakitnya alang kepalang.... .bergegeslah kita cari RS terdekat, ternyata ngak semua RS ada fasilitas emergencynya, cari lagi sementara sakitnya kaki alang kepalang .....akhirnya sampe di RS Frementle yg kira2 dari Perth 20 km.....

Rupanya cara mereka memerima pasien ada aturannya, yg bagi kami itu berbelit banget, pertama kita harus antri duduk di kursi merah untuk di tanya oleh perawat, setelah itu pindah ke kursi biru untuk di tanya soal administrasi, tunggu untuk di panggil masuk....... .setelah masuk, ketemu suster di tanya lagi....tunggu. ....dokter tanya2 lagi...... tunggu lagi......untuk rotgen.....aku udah kesakitan dia baru tanya dari skala 1 sampe 10 sakitnya berapa...ta jawab 8 ...suster bilang it ok

jadi kalo 8 ok, mestinya ta jawab 10 kali ya, biar dapet pain kiler, setelah di rotgen.....baru ketahuan kalo tiga jari kaki patah, baru deh susternya kasih obat penahan sakit.

Setelah itu, dokter bilang kalo telapak kakinya akan di gips, dan harus pake tongkat, begitu mau di gips ssakitnya bukan main, akhirnya mereka balut saja, buat apponitment gips pada hari berikutnya.. ....

Saya tanya ama Franky di cash berapa ?...dia bilang billnya nati di kirim ke alamat, trus bayar di bank...(lucu jg)

Begitulah sekedar cerita dari tanah baru........ ..kita kembalikan pada yang kuasa kalau memang harus terjadi terjadilah.. ..dalam segenap kelemahan kami serahkan pada MU ya ALLAH ku.

Karna kejadian tersebut frank yg biasanya cuti sunday, spontan tanya sana sini, alamat gereja, akhirnya kita dapet gereja ST Thomas - Melville di mana banyak komunitas indonesia disana. melegakan juga akhirnya

Demikian sekilas info dari negeri kangoroo

words: mBak Yossy (29 Sep 2009), pic: Andre

Saturday, September 26, 2009

Houston here we are

Kami sudah merayakan misa untuk pertama kalinya di Houston hari Minggu kemarin, di gereja yg relatif dekat dg hotel, namanya Co-Cathedral Sacred Heart, besar dan megah gerejanya. Kami senang sekali melihat umat yang banyak, semangat, dan kegiatan kategorial yang kaya, persis suasana kehidupan umat di Indonesia. Suasana yang tidak sering kami jumpai dan alami selama satu tahun hidup kami di Milan, termasuk melihat kehidupan umat menggereja di negara-negara Eropa lainnya termasuk Italia yang umumnya terasa sepi dan adem ayem...:)). Hanya saja aku kangen kalau di Italia jam 12 siang lonceng gereja dekat rumah selalu berbunyi tanda untuk berdoa Malaikat Tuhan. Di Houston mah nggak ada bunyi lonceng gereja, yang banyak bunyi sirene..hehe

Kalau soal makanan, senangnya di sini jauuh lebih banyak pilihan daripada di Italia (memang Italia dibandingkan Belanda, Belgia, Jerman, Inggris, Perancis, Cezch, dan Spanyol, variasi makanan internasionalnya paling menyedihkan deh, maklum sdh ada pasta dan pizza yg sangat kuat merakyat).

Di sini selain banyak restoran Vietnam, juga Thai dan Jepang serta tentu saja, Meksiko. Enak juga masakan Meksiko banyak saus (dip) aneka rasa yang segerr bahkan ada yg seperti sambal dabu-dabunya Menado. Besok Sabtu kabarnya di Konjen RI Houston ada jualan aneka makanan Indonesia spt buntil, bakwan Malang, mie ayam Jakarta, pempek kapal selam dan macam2 deh, katanya rutin setiap bulan ada, pasti deh tidak akan kami lewatkan. Oya toko bahan makanan Asia termasuk Indonesia juga besaar dan lengkap. Tapi yg jelas belum ketemu durian nih pak Wahyu, tapi nanti pasti ketemu, wong di Milan aja juga kadang dijual di toko Asia kok, impor dari Thailand.

(words by Uti 26-9-09)

selamat jalan keluarga Frank&Yossy

kami ikut mengucapkan selamat dan selamat bertugas ke tempat yang baru. Semoga kasih setia Tuhan Yesus senantiasa menyertai petualangan hidup yang baru, dengan kasih dan harapan yang juga selalu baru dalam Tuhan. Juga semoga semua proses perpindahan berjalan lancar dan menyenangkan (picture by Andre, words by Uti)

Wednesday, August 5, 2009

keluarga pak Wahyu Dradjad Santoso



Keluarga pak Wahyu, dari kiri ke kanan, Nanda, pak Wahyu, Ibu Mari, Dara. Bagusnya foto keluarganya Pak, ini di Yonas foto di Bandung ya ? apakah setelah momen wisudanya Nanda ? selamat untuk Nanda yang telah diwisuda dari jurusan perminyakan ITB. Sukses selalu tuk keluarga pak Wahyu, berkat Tuhan melimpah

Thursday, July 30, 2009

Bismo dapat award



Selamat buat mas Bismo....
(Putera ke-dua dari Ibu Rita)

Ini adalah salah satu manfaat dari Gizi yang sehat....enggak sia-sia Bu Rita meng-komandani kelik untuk urusan "Test Food"...he..he..he..

Prestasi gemilang dari putera Kelik-KL.


Andre

Thursday, July 9, 2009

Berhenti Sejenak

Biarkan aku termangu sendiri
Di saat mimpiku terusik, entah roh apa yang membuatku terjaga..
Hidup serasa bersatu dengan alam..
Apakah manusia tak pernah berhenti mengikuti kemana arah matahari bergerak?
Biarkan aku sejenak berhenti….

Merasakan bahagia dalam kesedihan
Menikmati segenap kesal…
Merasai setiap detik kekosongan
Mengecap sejenak rasa yang ada…..
Memaknai kegagalan….
Menatap keinginan dan harapan…
Melepaskan semuanya dalam keheningan…

Saatku berhenti dan berpaling…aku melihat wajah-wajah orang yang kukasihi dalam lelap
Senyumku mengembang dalam linangan air mata
Dunia pun melaju mengikuti alurnya….

Trimakasih Tuhan karena Kau ciptakan manusia yang boleh merasakan segala hal dalam hidup
Trimakasih Yesus karena membuat hidup ini terasa lebih bermakna….

KL, 10 Juli 2009

Serahkan hidupmu padaNya

sumber : unknown

Di depan gerbang sebuah jembatan di salah satu kota Eropa, duduklah seorang peminta-minta yang buta. Untuk mencari nafkahnya, ia setiap hari duduk di situ sambil memainkan biolanya yang sudah usang. Di depannya terletak sebuah kaleng kosong dan dia mengharapkan belas kasihan dari orang-orang yang lalu lalang di depannya, dan melalui permainan biolanya, orang-orang akan memberinya sedikit uang. Demikianlah pengemis miskin ini melakukan kebiasaannya setiap hari.

Pada suatu hari, seorang yang berpakaian sedikit rapi dan berjubah panjang, datang menghampiri pengemis tadi dan meminta agar pengemis itu meminjamkan biola usangnya. Tentu saja dengan sigap pengemis itu menolak dan berkata, "Tidak!! Ini adalah hartaku yang paling mahal!!". Pendatang ini tidak putus asa, dan terus membujuk si pengemis agar mau meminjamkannya biola tersebut hanya untuk sebuah lagu. Akhirnya muncul rasa kepercayaan pada pengemis buta itu, dan dengan perlahan ia memberikan biola tuanya kepada pendatang tersebut.

Pendatang tersebut mengambil biola tua itu dan mulai memainkan sebuah lagu dengan begitu merdu. Suara biola yang begitu halus di tangan si pendatang membuat orang yang lalu lalang berhenti dan mereka mulai berkeliling mengelilingi si pendatang dan pengemis tersebut. Begitu merdunya lagu dan bagusnya permainan biola si pendatang tersebut membuat semua orang terdiam, dan si pengemis buta ternganga tanpa dapat berkata-kata. Kaleng yang tadinya kosong kini telah penuh dengan uang, dan lagu demi lagu telah dimainkan oleh si pendatang tersebut. Akhirnya ia pun harus mengakhiri permainannya, dan sambil mengucapkan terima kasih, ia mengembalikan biola tersebut kepada si pengemis. Si pengemis sambil berurai air mata, dan dengan gemetar bertanya: "Siapakah anda orang budiman?". Si pendatang tersenyum dan dengan perlahan menyebutkan namanya, "Paganini".

Semua orang terdiam. Seorang maestro biola yang bernama Paganini, telah memberikan banyak berkat kepada sang pengemis yang telah memberikan harta kesayangannya untuk dipergunakan oleh sang maestro, betapa menakjubkan!

Ada sebuah jaminan berkat bagi siapa saja yang mau menyerahkan tenaganya, hartanya, talentanya, kepada sang 'Maestro' kita yaitu Kristus.

Sunday, June 7, 2009

Andre sang fotografer

Bukan hanya BBQ dan menemukan tempat piknik, Andre juga handal urusan jepret-jepret. Ini salah satu karyanya
memang mak nyusss